Pedoman Untuk Penulis

Jurnal Terapi Wicara mempublikasikan karangan ilmiah asli dalam bidang ilmu terapi wicara dan bidang ilmu yang terkait. Karangan yang dipublikasikan adalah karangan yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya atau diserahkan untuk publikasi sebelumnya atau diserahkan untuk publikasi kepada penerbit lain. Karangan dapat berupa laporan penelitian, tinjauan pustaka, laporan kasus dan tulisan lain yang bersifat komunikatif edukatif. Naskah karangan dapat di tulis dalam bahasa Indonesia (sesuai dengan ejaan yang disempurnakan) atau bahasa inggris.

Penulis harus memenuhi ketentuan penulisan naskah sebagai berikut :

I. Panduan naskah laporan penelitian

Naskah laporan penelitian penelitian maksimal 15 halaman, terdiri atas :

  • Judul, ditulis dengan ringkas, spesifik dan informative. Maksimal 14 kata (tidak boleh lebih), ditulis dengan huruf kecil (bukan kapital), bold, dengan ukuran huruf 14, dan bentuk Times New Roman.
  • Nama penulis, memuat nama lengkap semua penulis, tidak ada singkatan, nama bagian dan institusi tempat penulis berafiliasi. Bila penulis berasal dari beberapa institusi, pada nama penulis diberi tanda bintang (*/**) sesuai dengan bintang pada institusinya.
  • Abstrak, harus ada bahasa Indonesia dan bahasa inggris, dan harus terstruktur. Abstrak berupa deskripsi satu paragraf yang terdiri dari : Latar belakang (Background), Tujuan (purpose), Metode (Method), Hasil (Result), Kesimpulan (Conclusion). Setiap abstrak tidak lebih dari 250 kata. Kata kunci diletakkan dibawa abstrak (3-5 kata).
  • Pendahuluan, secara singkat (1-2 halaman) diterangkan mengenai latar belakang dan tujuan dilakukannya penelitian. Paragraph terakhir berisi tujuan dilakukannya penelitian ini. Dapat dikutip hasil publikasi yang dianggap penting dari peneliti peneliti terdahulu.
  • Metode, memuat klarifikasi tentang bahan yang dipakai dan alur penelitian. Metode penelitian diterangkan secara jelas. Metode penelitian yang tidak lazim harus disertakan referensi nya.
  • Hasil, dilaporkan dalam bentuk kalimat narasi. Dapat dibantu oleh tabel saja (maksimal 5 tabel) yang hanya memuat data penting dan gambar yang menunjang laporan hasil penelitian. Angka decimal dipisahkan dengan tanda koma (,).
  • Diskusi, menguraikan penjelasan mengenai hasil penelitian, makna atau manfaatnya untuk riset atau terapan klinis, serta perbedaan atau kesamaan dengan penelitian lain. Paragraf terakhir dari bagian ini memuat kesimpulan penelitian dan saran bila diperlukan.
  • Ucapan terima kasih, untuk pihak yang berjasa dalam penelitian, bila ada, harus, harus dicantumkan dengan ringkas.
  • Daftar pustaka, ditulis sesuai cara penulisan Vancouver (lihat keterangan mengenai daftar pustaka). Jumlah referensi antara 10 – 30.

II. Panduan naskah tinjauan pustaka

Naskah harus dibagi sebagai berikut : maksimal 15 halaman, judul, nama penulis, abstrak, harus ada bahasa Indonesia dan bahasa inggris (terstruktur terdiri dari latar belakang, tujuan, tinjauan pustaka, dan kesimpulan), pendahuluan, secara singkat (paragraph terakhir berisi tujuan disajikannya tinjauan pustaka ini), tinjauan pustaka, diskusi, yang diakhiri dengan kesimpulan pada paragraph terakhir dan daftar pustaka. Maksimal 30 tidak boleh lebih.

III. Panduan naskah laporan kasus

Naskah harus dibagi sebagai berikut : maksimal 15 halaman, judul, nama penulis, abstrak, harus ada bahasa Indonesia dan bahasa inggris (terstruktur terdiri dari latar belakang, tuuan, kasus, penatalaksanaan, dan kesimpulan), pendahuluan secara singkat paragraph terakhir berisi tujuan melaporkan kasus ini), laporan kasus, diskusi yang diakhiri dengan kesimpulan dan saran pada paragraph terakhir, daftar pustaka, Maksimal 30 tidak boleh lebih.

 

IV. Panduan penulisan daftar pustaka

Daftar pustaka didefinisikan dalam naskah dengan angka arabik dan diberi nomor urut sesuai dengan urutan pemunculan dalam naskah. Semua nama penulis dicantumkan, bila jumlahnya lebih dari 6 penulis, dicantumkan nama 6 penulis pertama diikuti dengan et. al Daftar pustaka yang digunakan diutamakan yang dipublikasi dalam 10 tahun terakhir.

Contoh penulisan daftar pustaka :

1. Dari Jurnal

Sivam A, Jeswani S, Reder L, Wang J, Detineo M, Taxy J, et. al. Olfactory cleft inflammation is present in seasonal allergic rhinitis and is reduced with intranasal steroids. Am J Rhinol Allergy 2010; 24(2):286-90

 2. Dari bab pada buku

Tos M, Larsen PL. Nasal polyps: origin, etiology, pathogenesis and structure. In: Kennedy DW, Bolger W, Zinreich SJ, editors. Disease of sinuses. Ontario : BC Decker Inc; 2001. P.57-68

 3. Dari buku

Halliwel B, Gutteridge JM. Free radicals in biology and medicine. 3th ed. New York : Oxford University Press, 1999. P.604-9

 4. Dari seminar

Rizayani, Mediadipoera T, Sudiro M, Dermawan A. Efektivitas imunoterapi selama 3 tahun pada pasien rhinitis alergi. Disampaikan pada 7 th Jakarta International FESS Course-Workshop, Jakarta, 11-13 Maret 2011.

 5. Dari disertasi/tesis

Wardani RS. Profil ekspresi gen penderita polip hidung kaitannya dengan respons terapi terhadap protokol protokol pengobatan polipektomi sederhana endoskopik dan glukortikoid intranasal. Disertasi. Jakarta : Pasca sarjana Universitas Indonesia; 2011. P.99-10.

 6. Dari media elektronik

Center for voice and swallowing UC Davis health system. Laryngopharyngeal reflux disease. Available from : http//www/ucdmc.ucdavis.edu. Accessed Juli, 2010.

7. Dari media elektronik

Abood S. Quality improvement initiave in nursing homes : the ANA acts in an advisorty role. Am J Nurs [serial on the internet].2002 [cited 2002 Aug 12];102(6):[about 3 p.] Available from : http://www.nursingworlds. Org/ANJ/2002/june/Wawatch.htm

8. Dari media elektronik

Cancer-pain.org [homepage on the internet]. New York: Association of Cancer Online Resources, Inc.; c2000-01 [updated 2002 May 16; cited 2002 Jul 9]. Available from : http://www.cancer-pain.org.

 9. Dari media elektronik

Who’s certified [database on the internet]. Evanston (IL): The American Board of Medical Spesialists. C2000-[cited 2001 Mar 8]. Available from : http://www.abms.org/newsearch.asp.